Sejarah Haji di Kalsel (2), Berangkat Haji seperti Berangkat Mati

sejarah haji kalsel. muhibbin.com

Jamaah dari berbagai pelosok negeri harus menginap di Surabaya dulu. Lamanya waktu menginap tidak ada ketetapan pasti, jadi bisa satu bulan atau bahkan berbulan-bulan. Tapi yang dijalan Hj Rodiah, perjalanan dari Surabaya ke Makkah memerlukan waktu 42 hari. Yakni, waktu keberangkatan 22 hari, dan pulang dari tanah suci 20 hari.

Belum lagi kemungkinan menghadapi bahaya badai selama perjalanan. Karena itulah dalam buku sejarah perhajian Indonesia yang diterbitkan Departemen Agama (sekarang Kementerian Agama) disebutkan bahwa nasib jamaah haji Indonesia ketika itu lebih buruk dari kuli kontrak. Itulah kenapa pada masa itu pelepasan jamaah haji oleh sanak pamili sangat diliputi suasan haru dan derai air mata.

“Minta Maaf Lah, Kalo Pina Kada Batamuan Lagi” (minta maaf ya, kalau-kalau kita tidak bertemu lagi). Itulah ucapan selamat tinggal dari jamaah kepada kerabat dan handai taulannya ketika berpamitan (pelepasan) hendak pergi haji.

Baca juga: Kebakaran Hebat Pernah Menimpa Masjid Nabawi

Amanah kepada yang tinggal pun tak ubahnya wasiat orang hendak meninggal dunia. Seluruh urusan keduniaan diserahkan sepenuhnya kepada anggota keluarga yang ditinggalkan. Pun kepada anak, anak tertua biasanya diminta menjaga adik-adiknya. Segenap masalah di Banua dititipkan atau diwariskan kepada sang anak untuk mengatasinya.

Dan benar, kematiaan memang tak pernah dapat diduga datangnya, begitupula bagi mereka yang menempuh perjalanan berbulan-bulan yang dilakoni para penunai haji yang merindukan keridhaan Tuhan. Terkadang, sebelum menginjakkan kaki di tanah haram seluruh awak kapal harus rela melepaskan seorang penumpang yang telah meninggal dunia ke dasar laut.

Hj Rodiah menuturkan, “Mayat yang terbungkus dengan kain kafan itu diturunkan dari atas kapal dengan tali catrol. Sementara di sisi tubuhnya diletakkan semacam besi, agar jenazah itu bisa tenggelam,” kenang Hj Rodiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *